Dalam pertemuan tersebut, kondisi kesehatan Wali Nanggroe dilaporkan terus membaik. Tgk. Malik Mahmud menyampaikan kepada Mendagri bahwa proses pengobatannya hampir selesai dan telah mendekati tahap pemulihan penuh.
Apabila tidak terdapat kendala, Wali Nanggroe direncanakan kembali ke Aceh pada awal September 2026.
Mendagri Tito menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap Wali Nanggroe dapat menuntaskan seluruh tahapan pemulihan sesuai anjuran tim medis sebelum kembali menjalankan berbagai kegiatan di Aceh.
Di tengah masa pemulihan, Wali Nanggroe juga tetap mengikuti sejumlah agenda kelembagaan secara daring. Pada Juli 2026, Tgk. Malik Mahmud mengikuti forum Mahkamah Agung terkait penyusunan naskah akademik pembentukan Pengadilan Niaga Syariah saat menjalani pemulihan dan fisioterapi ortopedi di Penang.
Kunjungan Mendagri tersebut mencerminkan perhatian Pemerintah Pusat terhadap kesehatan para tokoh masyarakat, sekaligus memperkuat komunikasi, persaudaraan, dan hubungan harmonis antara Pemerintah Pusat dengan seluruh elemen masyarakat Aceh. []







