Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Begini Kronologis Kericuhan di Lapangan Sepak Bola Bumigas Versi Pimpinan Kecamatan Tanah Luas

15
×

Begini Kronologis Kericuhan di Lapangan Sepak Bola Bumigas Versi Pimpinan Kecamatan Tanah Luas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260828 004435

“Terima kasih Pak atas atensinya. Kita tunggu kronologis lengkapnya ya Pak. Tim kami saat ini sedang di lapangan agar tidak menimbulkan fitnah dan kegaduhan, mengingat Aceh adalah daerah dengan penerapan syariah yang kuat sehingga kita sebaiknya menunggu terlebih dahulu,” demikian pesan WhatsApp Dandim 0103/Aceh Utara kepada wartawan.

Berikut kronologi versi pimpinan Kecamatan Tanah Luas yang dikutip secara utuh oleh PWI Aceh:

Perihal: Kejadian Keributan dan Tindakan Pengamanan pada Turnamen Sepak Bola Antargampong di Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara

I. Fakta-Fakta

A. Pada 27 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, telah terjadi keributan dan tindakan pengamanan dalam pelaksanaan turnamen sepak bola antargampong yang mempertemukan kesebelasan Desa Ampeh dengan Desa Trieng. Pertandingan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Bumigas, Desa Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.
Dalam kejadian tersebut terjadi perselisihan antara Babinsa Koramil 10/Tanah Luas, Sertu Hendra Saputra, dengan anggota PWI Aceh Utara sekaligus Ketua Pemuda Desa Ampeh, Haiqal.

B. Adapun kronologi yang dilaporkan sebagai berikut:

  1. Sertu Hendra Saputra menerangkan bahwa saat melaksanakan pengamanan turnamen sepak bola antargampong antara Desa Ampeh dan Desa Trieng, situasi di lapangan sudah dalam kondisi memanas. Hal tersebut ditandai dengan adanya aksi saling ejek antara pemain maupun penonton dari kedua kesebelasan.
  2. Keributan bermula dari perselisihan antarpemain di dalam lapangan yang kemudian merembet kepada penonton di tepi lapangan. Situasi selanjutnya semakin meningkat hingga terjadi aksi saling dorong dan berpotensi berkembang menjadi tindakan anarkis antarsuporter kedua kesebelasan.
  3. Sertu Hendra Saputra yang sejak awal berada di lokasi melakukan pemantauan terhadap pihak-pihak yang dinilai berpotensi memperbesar keributan. Dalam situasi tersebut, Sertu Hendra mengamankan salah seorang penonton dari Desa Ampeh, Haiqal, yang menurut keterangannya dinilai sangat emosional dan berupaya menyerang penonton dari Desa Trieng.
  4. Dalam upaya mengendalikan situasi, Sertu Hendra Saputra bersama Babinsa lainnya, Serka Junaidi, serta dibantu Bhabinkamtibmas berusaha mengamankan Haiqal dengan cara merangkul dan membaringkannya di atas rumput lapangan. Saat proses pengamanan berlangsung, Haiqal disebut melakukan perlawanan dan terus berupaya menyerang penonton dari Desa Trieng.
  5. Dalam proses tersebut, Sertu Hendra Saputra kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh sehingga lututnya mengenai bagian tubuh Haiqal. Berdasarkan keterangan Sertu Hendra, benturan tersebut terjadi dalam proses pengamanan dan tidak dilakukan dengan sengaja untuk menendang ataupun melakukan kekerasan terhadap Haiqal.
  6. Setelah berhasil diamankan oleh Sertu Hendra Saputra, Serka Junaidi, dan personel pengamanan lainnya, Haiqal selanjutnya diamankan oleh personel Polsek Tanah Luas dan dibawa ke Mapolsek Tanah Luas. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya keributan susulan maupun meluasnya konflik antarsuporter.
  7. Setelah situasi di lapangan mulai terkendali, Sertu Hendra Saputra bermaksud menemui Haiqal untuk menjelaskan duduk persoalan yang terjadi. Namun, karena situasi dinilai masih belum kondusif, Sertu Hendra memilih kembali ke rumah terlebih dahulu sambil tetap memantau perkembangan dan mencari informasi terkait kejadian tersebut.
  8. Sesampainya di rumah, Sertu Hendra Saputra mendapat telepon dari Danramil 10/Tanah Luas, Kapten Inf. Bahtera Luking Purba, yang menanyakan kronologi kejadian. Sertu Hendra kemudian menjelaskan rangkaian peristiwa yang terjadi selama proses pengamanan turnamen sepak bola tersebut.
  9. Sertu Hendra Saputra menyampaikan bahwa dirinya tetap bersedia menemui Haiqal untuk memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Menurut keterangannya, tindakan yang dilakukan saat proses pengamanan tidak dimaksudkan untuk menyakiti yang bersangkutan.
  10. Sertu Hendra juga menyatakan keinginannya agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik guna mencegah terjadinya permasalahan serupa serta menjaga hubungan baik antara aparat kewilayahan dengan masyarakat di Kecamatan Tanah Luas.

Demikian kronologi versi pimpinan Kecamatan Tanah Luas terkait insiden kericuhan pada turnamen sepak bola di Lapangan Bumigas.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Girl in a jacket