Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Safrizal ZA: Penghargaan Serambi Award 2026 Bukan Titik Akhir Pengabdian

20
×

Safrizal ZA: Penghargaan Serambi Award 2026 Bukan Titik Akhir Pengabdian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260830 113817

Safrizal menuturkan, bencana bukan hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Bencana juga meninggalkan duka dan trauma, memutus rantai aktivitas ekonomi, dan menghadirkan ketidakpastian tentang masa depan. Namun, di tengah situasi seperti itulah kualitas kepemimpinan diuji. Pemimpin tidak hanya hadir ketika keadaan baik-baik saja. Kualitas pemimpin justru terlihat ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Ketika masyarakat kehilangan tempat tinggal, pemimpin harus hadir memberikan perlindungan. Dan ketika masyarakat kehilangan harapan, pemimpin harus menjadi orang pertama yang mengatakan:

“Kita akan bangkit. Kita akan pulih. Dan kita akan membangun kembali Aceh dengan lebih kuat,” ajak Dirjen Bina Adwil Kemendagri.

Safrizal mengingatkan, Tanah Rencong telah berkali-kali mengalami bencana alam dan membuktikan satu hal Aceh adalah tanah yang kuat nan tangguh. Aceh bukan dibangun dari kerapuhan. Aceh dibangun dari ketabahan yang mengakar. Badai boleh datang. Bencana dapat meninggalkan luka. Tetapi sejarah selalu menunjukkan bahwa masyarakat Aceh memiliki kemampuan untuk berdiri kembali. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pemulihan. Tidak boleh ada wilayah yang merasa dilupakan. Dan tidak boleh ada keluarga terdampak yang kehilangan harapan masa depannya.

“Untuk itu mari terus bergandengan tangan, pastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terus berkelanjutan. Ini bukan lagi soal satu-dua orang, kementerian, lembaga, ataupun satu pemerintah daerah. Kita membutuhkan kerja bersama dan bersama-sama bekerja,” ajak Pj Gubenur Aceh periode 2024-2025.

Girl in a jacket