Gubernur juga menekankan bahwa penanganan bencana di Aceh membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu telah meninggalkan kerusakan dan kehilangan bagi masyarakat. Namun, dalam kondisi tersebut, masyarakat saling membantu, pemerintah bekerja bersama, dunia usaha mengambil bagian, perguruan tinggi turun tangan, relawan bergerak, dan pers terus menyampaikan kondisi masyarakat.
Menurut Gubernur, kepemimpinan dalam situasi sulit tidak selalu diwujudkan melalui keputusan besar. Kepemimpinan juga hadir melalui berbagai bentuk pengabdian, termasuk pimpinan yang turun menemui masyarakat, tenaga kesehatan yang tetap melayani, guru yang kembali mengajar, relawan yang bekerja, pengusaha yang mempertahankan lapangan pekerjaan, serta jurnalis yang memastikan suara masyarakat tetap terdengar.
Karena itu, penghargaan yang diterima Pemerintah Aceh maupun para penerima lainnya diharapkan tidak menjadi titik akhir, tetapi menjadi amanah untuk terus melanjutkan ikhtiar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ukuran paling baik dari sebuah penghargaan bukanlah seberapa lama nama kita disebut, tetapi seberapa lama manfaat dari apa yang kita kerjakan dapat dirasakan oleh orang lain,” kata Taufik saat membacakan pesan Gubernur Aceh.
Gubernur berharap semangat kebersamaan, kolaborasi, ketulusan, dan kerja yang konsisten terus dijaga untuk membawa Aceh menuju kondisi yang lebih baik, dengan ekonomi yang lebih kuat, pelayanan publik yang semakin baik, serta masyarakat yang lebih sejahtera. []







