Pertama, tuha, yang bermakna matang dari sisi usia dan pengalaman. Menurutnya, seorang tokoh atau pemimpin setidaknya telah berusia di atas 40 tahun sehingga diharapkan memiliki kematangan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan masyarakat.
Kedua, tuho, yakni mengetahui arah yang hendak dituju. Seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus memiliki visi yang jelas serta mengetahui ke mana masyarakat akan dibawa.
Ketiga, teupeu, yaitu memiliki pengetahuan yang luas. Seorang pemimpin tidak harus mengetahui segala sesuatu secara mendalam, namun dituntut memahami banyak hal dan mampu membaca berbagai persoalan yang melibatkan masyarakat serta banyak pihak.
Keempat, teupat, yakni tepat dalam bersikap dan bertindak. Pemimpin, katanya, harus jujur, taat aturan, menjunjung kepatutan dan kearifan serta mampu menjaga integritas.
“Empat hal ini penting bagi siapa saja yang ingin mengambil peran dalam pembangunan Aceh. Kepemimpinan membutuhkan kematangan, arah yang jelas, wawasan luas dan integritas,” katanya.
ICMI Aceh Besar Diminta Jadi Penyangga Kemajuan Aceh
Taqwaddin juga memberikan perhatian khusus kepada jajaran ICMI Orda Aceh Besar yang baru dilantik. Ia berharap organisasi tersebut mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dan menjadi salah satu kekuatan penting bersama Orda ICMI lainnya di Aceh.
“ICMI Orda Aceh Besar saya rasa seperti Orwil. Jadi, ICMI Aceh Besar ini harus hebat. Bersama Orda Banda Aceh, Sabang dan daerah lainnya menjadi penyangga yang kuat untuk kemajuan Aceh,” katanya.







