Ia menyebutkan, momentum Maulid juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan kehadiran kalangan pendidikan sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
“Ini menjadi ruang bagi kita untuk bersosialisasi dan meneguhkan kehadiran kita sebagai bagian penting dari dunia pendidikan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kadisdik juga mengutip hadis yang diriwayatkan Ahmad mengenai pentingnya menuntut ilmu.
“Jika kau ingin mendapatkan duniamu, tuntutlah ilmu. Jika kau ingin mendapat akhiratmu, tuntutlah ilmu. Jika kau ingin kedua-duanya, maka tuntutlah ilmu.”
Pesan tersebut, menurutnya, memiliki relevansi kuat dengan tugas guru dalam mendidik generasi.
Ia mengingatkan para guru bahwa Rasulullah Muhammad SAW, meskipun dikenal sebagai seorang yang tidak membaca dan menulis, menjadi sumber penyampaian ilmu melalui risalah Islam yang dibawanya.
Karena itu, ia menilai setiap guru memiliki tanggung jawab besar dalam meneruskan nilai-nilai kebaikan dan ilmu kepada peserta didik.
“Setiap kali masuk kelas, guru mengemban tugas kenabian, yakni menyampaikan ilmu yang dititipkan Allah melalui Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Ia menegaskan, ilmu dan kebaikan yang diajarkan kepada peserta didik hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban profesi, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian.
“Setiap kebaikan yang Bapak Ibu ajarkan bersumber dari ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak para guru untuk menumbuhkan jiwa pendidik yang tulus dan tidak sekadar menjalankan kewajiban memenuhi jam mengajar.







