“Pelajar adalah generasi yang sedang mempersiapkan masa depan. Karena itu, masa muda harus diisi dengan belajar, berkarya, membangun pergaulan yang sehat, dan mengejar cita-cita, bukan dengan sesuatu yang dapat merusak masa depan,” ujar Zahratul.
Ia mengingatkan para siswa bahwa narkoba tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan persoalan sosial dan hukum.
“Jangan sampai rasa ingin tahu, ajakan teman, atau pergaulan sesaat membuat kita mengambil keputusan yang berdampak panjang terhadap kehidupan,” katanya.
Zahratul juga menegaskan bahwa keberanian menolak narkoba merupakan bagian dari upaya menjaga diri dan masa depan.
“Berani mengatakan ‘tidak’ terhadap narkoba bukan berarti tidak gaul. Justru itu adalah bentuk keberanian untuk menjaga diri, keluarga, dan masa depan,” tegasnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut para siswa tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memahami hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan.
“Jadilah generasi muda yang cerdas memilih, berani menolak, dan mampu menjadi contoh positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Zahratul menambahkan, FH USK juga berharap para siswa mampu mengenali bahaya penyalahgunaan narkotika, memahami aspek hukum dan mekanisme pelaporan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika, serta menghindari lingkungan yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkotika.
Edukasi Bahaya Narkoba
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan di ruang kelas Kriya dengan sejumlah materi edukasi dan diskusi. Rosmawati memandu pemutaran film pendek yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para siswa. Ia mengingatkan pelajar agar tidak mencoba narkoba karena dampaknya dapat mengancam masa depan.







