“Berani bilang ‘tidak’ pada narkoba adalah bentuk keberanian yang sesungguhnya. Jangan biarkan ajakan teman, rasa penasaran, atau pergaulan sesaat menentukan masa depanmu,” ujarnya.
Sesi tanya jawab dan pemberian doorprize dipandu Intan Munirah dengan didampingi Rifka Safira. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berinteraksi secara langsung dengan tim narasumber.
Berbagi Pengalaman Penanganan Perkara Narkotika
Pada sesi akhir, Prof. Syarifuddin Hasyim berbagi pengalaman mengenai penanganan perkara narkotika di pengadilan. Ia mengingatkan para siswa agar berani menolak apabila diajak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri dan masa depan.
“Kalau teman mengajak pada hal yang salah, tidak perlu takut untuk menolak. Teman yang baik tidak akan membawa kita pada sesuatu yang membahayakan diri dan masa depan. Pilih pergaulan yang membuat kita tumbuh, bukan terjerumus,” ujarnya.
Menurut Syarifuddin, pelajar memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa sehingga harus mampu menjaga diri dan pergaulan.
“Pelajar bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi yang menentukan masa depan bangsa. Karena itu, jangan biarkan narkoba mencuri masa depan. Jaga diri, jaga pergaulan, berani menolak, dan terus kejar prestasi,” tegasnya.
Ketua tim PKM, Prof. Iskandar A. Gani, juga mengajak para siswa menjadi generasi yang cerdas dalam memilih pergaulan dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba.
“Jangan karena rasa penasaran atau ajakan teman, masa depan yang sedang dibangun justru dipertaruhkan. Kenali risikonya, pahami konsekuensi hukumnya, dan fokuslah pada prestasi serta cita-cita,” katanya.







