“Menceritakan ulang sejarah bukan berarti kita hanya melihat ke belakang. Kita melihat masa lalu untuk memahami siapa kita, apa yang telah kita lalui, dan nilai-nilai apa yang bisa kita bawa ke masa depan. Dari sejarah, kita belajar untuk terus merawat perdamaian, menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan membangun Aceh dengan semangat yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Seuramoe Heritage ingin agar sejarah dan kebudayaan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda sekaligus sumber inspirasi untuk berkontribusi bagi Aceh.
“Kita ingin sejarah dan budaya bukan hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Aceh. Kita gali nilai-nilai keteladanan dari sejarah, kita rawat kebudayaan, kita tumbuhkan kecintaan terhadap Aceh, dan kita implementasikan nilai-nilai tersebut untuk terus merawat perdamaian serta memajukan Aceh,” pungkasnya.
Seuramoe Heritage dan Field Trip Sejarah
Seuramoe Heritage terbentuk di Banda Aceh pada Juni 2026. Komunitas ini berkomitmen menghadirkan pembelajaran sejarah dan budaya melalui kegiatan field trip dengan mengunjungi secara langsung situs sejarah dan cagar budaya.
Sejak berdiri, Seuramoe Heritage telah melaksanakan tujuh edisi field trip, antara lain ke Taman Putroe Phang dan Gunongan, Kerkhof Peucut, Taman Sari Bustanus Salatin dan Tugu Proklamasi, Makam dan Kediaman Residen Teuku Nyak Arief, Rumoh Cut Nyak Dhien, Tugu Kopelma Darussalam, serta Balai Ikrar Lamteh melalui kolaborasi bersama Sopies Sunset Library.







