Menurut Teuku Wahidoel, field trip dirancang tidak hanya sebagai kegiatan kunjungan, tetapi sebagai pengalaman belajar yang menggabungkan aktivitas, pengetahuan, interaksi, dan refleksi.
“Field trip bukan sekadar jalan-jalan. Kita bisa healing sambil belajar sejarah: olahraga dapat, ilmu dapat, pengalaman bertambah, dan persaudaraan semakin erat,” ujarnya.
Seuramoe Heritage berharap kegiatan Lomba Bertutur Sejarah dan berbagai kegiatan edukasi sejarah lainnya dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat sejarah dan kebudayaan Aceh semakin dekat dengan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, Seuramoe Heritage ingin mendorong generasi muda untuk tidak hanya mengetahui sejarah, tetapi juga mengambil nilai, merefleksikannya, dan menerapkannya dalam kehidupan. Dengan demikian, sejarah dapat terus hidup sebagai sumber pembelajaran untuk merawat perdamaian, memperkuat persaudaraan, melestarikan kebudayaan, dan turut mendorong kemajuan Aceh.
Tentang Seuramoe Heritage
Seuramoe Heritage merupakan komunitas field trip sejarah Aceh yang berbasis di Banda Aceh dan terbentuk pada Juni 2026. Komunitas ini berfokus pada kegiatan edukasi sejarah dan budaya melalui kunjungan langsung ke situs sejarah dan cagar budaya, diskusi, serta kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda. []







