Trotoar yang layak dinilai penting karena tidak semua wisatawan menggunakan kendaraan. Sebagian pengunjung memilih berjalan kaki, termasuk wisatawan mancanegara yang melintasi kawasan tersebut pada pagi dan sore hari.
Karena itu, jalur pejalan kaki seharusnya menjadi bagian penting dalam penataan kawasan wisata, bukan sekadar pelengkap infrastruktur jalan.
Penerangan dan Fasilitas Publik Juga Diharapkan
Selain pembenahan infrastruktur dasar, warga mengusulkan penyediaan bangku untuk beristirahat serta penambahan lampu hias atau penerangan jalan di sejumlah titik dengan jarak yang memadai. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung, baik pada siang maupun malam hari.
Menurut Munzir, penerapan nilai-nilai syariah dalam kehidupan perkotaan tidak hanya berkaitan dengan cara berpakaian atau aspek seremonial, tetapi juga perlu tercermin dalam pelayanan publik, keteraturan lingkungan, serta penyediaan fasilitas yang aman dan layak digunakan masyarakat.
Penataan kawasan wisata yang baik, lanjutnya, dapat memberikan manfaat berlapis. Selain menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman, perbaikan fasilitas juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata dan membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.
Bahkan ketika kompleks PLTD Apung tidak dibuka untuk umum, kawasan di luar gerbangnya masih berpotensi menjadi titik kunjungan untuk berfoto dan menikmati suasana sekitar. Oleh karena itu, pembenahan jalan, trotoar, drainase, pepohonan, dan penerangan perlu direncanakan sebagai satu kesatuan dalam pengembangan kawasan wisata.






