“Mari jaga Aceh. Bila GAM telah berjuang begitu lama dengan perlawanan bersenjata.”
Sekarang tugas kita melanjutkannya. Merawat damai tidak semudah mengobarkan perang. Mengisi perdamaian tidak semudah status Facebook dan whatsapp, beberapa orang genit yang mengatakan akan menolak MoU Helsinki”.
“Jalinan kasih kebersamaan yang sudah dibangun di Tanah Damai aceh jangan sampai ternodai oleh aksi-aksi sekelompok oknum yang berlandaskan kepentingan kelompok tertentu dan pada akhirnya mengorbankan kepentingan umum”.
“Biaya perang memang mahal tapi biaya menjaga damai lebih mahal. Maka dari itu pelihara damai untuk kesejahteraan kita semua”.
“Damai yang sudah dirasakan adalah hasil jerih payah masyarakat Aceh setelah jatuh korban ribuan jiwa dalam konflik dan akibat musibah tsunami 2004. Akibatnya semakin banyak anak yatim di Aceh”.
“Mari kita semua menanamkan rasa saling percaya, membangun komunikasi antar masyarakat dan pemerintahan termasuk. sehingga setiap informasi yang ada bisa diterima masing-masing pihak dengan baik.
“Saya melihat untuk dua faktor ini sekarang sangat berjalan dengan baik, dan saya senang melihat kehidupan masyarakat yang hari ke harinya lebih baik terutama rasa damai dan perekonomian yang terus tumbuh dan berkembang dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu”. Tutup zubaili. (RF)







