Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Peusaba : Sejarah Aceh Bukti Perkembangan Islam di Asia Tenggara

243
×

Peusaba : Sejarah Aceh Bukti Perkembangan Islam di Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
aa

ACEHINSPIRASI.COM – Banda Aceh – Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengaku sangat sedih dengan tidak pedulinya sama sekali Pemerintah Aceh dan Pemerintah Banda Aceh atas peninggalan warisan dan sejarah.

Padahal sejarah Aceh adalah bukti perkembangan Islam di Asia Tenggara dan juga mempengaruhi perkembangan budaya islam di Asia Tenggara dan dunia melayu,” sebut Mawardi.

Pada masa lalu Kesultanan Aceh Darussalam, Raja-raja Aceh juga adalah seorang Ulama bahkan ada Raja Aceh dari keturunan Sayyid, keturunan Rasulullah SAW,” sebutnya lagi.

Salah satu Raja Besar Aceh dari Keturunan Sayyid adalah Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726) yang sekarang peninggalan situs sejarahnya di Belakang kedai Bakso Hendra hendri Gampong Baro Banda Aceh terancam musnah seakan sengaja dihancurkan,” tambah Mawardi Usman.

“Peusaba mengingatkan bagaimana pada masa lalu kerajaan Campa sebuah kerajaan Islam yang terletak di Vietnam Selatan kemudian lenyap tanpa bekas padahal kerajaan campa juga ikut penyebaran islam.

Karena setelah Campa kalah dalam perang seluruh warisan peninggalan masa lalu dilenyapkan tanpa bekas baik itu Istana maupun makam.

Akhirnya Campa hilang dari Peta Dunia menjadi bangsa tanpa sejarah dan dianggap tidak pernah ada.

Maka tangisilah kisah Negeri Campa kisah Negeri Syah Poliang dengan linangan air mata.

Ada beladung berisi bunga, bunga berisi air mata, kini telah hilang negeri campa, kutangisi dengan linangan air mata.

Peusaba juga mengingatkan bagaimana kejadian yang menimpa kerajaan Islam Arakan yang pada masa lalu amat jaya, bahkan Raja-raja Aceh banyak melakukan perdagangan dengan Arakan.

Girl in a jacket