Bila ini tidak segera di atasi oleh dinas terkait, ini akan menelan korban trutama mobil pengangkut sawit dan pengguna roda dua, termasuk rumah milik warga yang bernama T. Fauzan,” terang M, Adam.
Iya juga sangat berharap melalui media ini warga kecamatan Tripa Makmur minta kepada pihak PU dan balai provinsi untuk tidak tutup mata karena bertahun – tahun hanya harapan yang diberikan.” Katanya.
Diharapkan PU provinsi dan balai harus bertanggung jawab karena akses jalan dari simpang Lamie langkak itu punya provinsi termasuk sungai adalah tanggung jawan balai provinsi.
Dari pantauan media ini dilapangan beberapa titik badan jalan terancam terbawa harus sungai akibat tajamnya aliran sungai lamie. (Ainon/DS)






