Scroll untuk baca artikel
Aceh

“Lalat Mirah Rueng”

57
×

“Lalat Mirah Rueng”

Sebarkan artikel ini
IMG 20211225 WA0002

Dalam banyak kasus, namimah sering disertai dengan mengungkapkan rahasia, fitnah, hasud, kebohongan dan ghibah. Namimah juga biasa disebut adu domba, bergosip, mengunjing, ujaran kebencian.

Manusia yang mempunyai sifat seperti “lalat mirah rueng” ialah orang yang suka mencari- cari kesalahan kawannya dan menggosipnya, hal yang demikian itu sama seperti ia memakan bangkai saudaranya sendiri. Kalau kawannya punya setitik luka karena jarum, maka ia akan menganggap lukanya sebelanga.
Tidak ada yang bersih di matanya semuanya salah. Ia tidak sadar sebenarnya yang bermasalah bukan kawannya, tapi matanya dan hatinya telah dibutakan oleh keburukan, ikedengkian, kemunafikan dan hawa nafsu syeitan.

Allah berfirman dalam Al-Quran, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” Quan surat (Al Hujarat 12).

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim menjelaskan, melalui Surat Al-Hujurat ayat 12 ini, Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman dari banyak berprasangka buruk. Yaitu mencurigai orang lain dengan tuduhan buruk yang tidak berdasar. Karena sebagian dugaan itu adalah murni dosa, maka ia harus dijauhi sebagai tindakan preventif.

Girl in a jacket