Ilustrasi/foto: Istimewa
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Seorang siswa SMA berinisial AS diduga mengalami kekerasan oleh oknum polisi saat terjaring razia pelajar yang bolos sekolah pada Jumat, 21 November 2025. Orang tua korban, Muhammad, telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke SPKT Polda Aceh dengan nomor laporan STTPLP/B/375/XI/2025/SPKT/Polda Aceh.
Muhammad menjelaskan, anaknya terlambat tiba di sekolah dan mendapati gerbang sudah ditutup. AS kemudian duduk di sebuah warung dekat sekolah bersama beberapa temannya. Sekitar pukul 09.00 WIB, lima polisi berseragam mendatangi para siswa tersebut dan membawa mereka kembali ke sekolah.
Setibanya di sekolah, para siswa diarahkan ke ruang guru. Menurut Muhammad, pada saat guru Bimbingan Konseling (BK) menghubungi para orang tua, ponsel AS masih dipegang salah satu polisi. Ketika AS meminta ponselnya kembali karena ibunya menelepon, oknum polisi tersebut diduga memukul kepala, leher, dan tubuh AS serta menjambak rambutnya di hadapan guru dan siswa lain. AS disebut mengalami demam dan trauma usai kejadian.
Muhammad meminta Polda Aceh memproses dugaan tindak kekerasan tersebut sesuai hukum yang berlaku.
Pihak Sekolah Bantah Ada Pemukulan
Namun, Kepala Sekolah tempat AS menimba ilmu menyampaikan versi berbeda. Dalam klarifikasi resmi yang diterima media, ia menyebut kronologi yang beredar di publik “tidak sesuai dengan fakta di lapangan”.
Menurut pihak sekolah, peristiwa berawal saat beberapa siswa didapati tidak masuk sekolah ketika kegiatan pengajian dan tausiah bulanan sedang berlangsung, sementara pintu pagar memang ditutup setelah pukul 07.45 WIB.







