Oleh karena itu, sangat penting sebagai orang tua untuk mengajarkan anak cara menabung demi menumbuhkan karakter yang baik. Tentunya setiap orang tua ingin buah hatinya sukses dalam segala hal termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Orang tua harus terus mengedukasi anaknya terhadap pentingnya menabung sejak usia dini karena dengan mengajarkan anak-anak membuat celengan sendiri dibandingkan dengan celengan yang dijual di pasar. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menanamkan rasa gemar menabung. Contoh membuat celengan unik dari botol bekas, kaleng bekas, dari bambu, dengan demikian anak-anak dapat belajar menabung dan menambah kreativitas.
Ada beberapa triks menabung yang dapat diikuti antara lain adalah:
- Tujuan menabung
Harus ditentukan untuk apa menabung sehingga bisa dijalankan dengan senang hati. Bagi anak-anak dapat diilustrasikan apakah ingin membeli baju, sepeda atau sepatu baru dan lain sebagainya. - Menyisihkan uang jajan
Setelah memperoleh uang saku bisa langsung disisihkan untuk menabung supaya menjadi awal kebiasaan yang baik. - Menabung uang receh
Jangan meremehkan uang receh, anak-anak bisa memulai menabung dengan jumlah sedikit, karena jika konsisten lama-lama akan menjadi banyak. - Menggunakan celengan yang dibuat sendiri.
Dapat membuat celengan sendiri dari barang bekas dan menghiasnya sesuai warna favorit anak untuk menumbuhkan rasa semangat. - Menitipkan uang ke orang tua
Jika anak-anak merasa sangat kesusahan, bisa meminta bantuan orang tua untuk menjaga uang tabungan. Hal ini bisa mencegah anak mengambil uang tabungan dengan sembarangan.
Memang tidak mudah untuk menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini, tetapi kebiasaan tersebut jelas memiliki banyak manfaat. Hal tersebut dapat berdampak pada masa depannya agar lebih cemerlang.
Bercermin pada kata-kata ”Rajin Pangkal Pandai, hemat pangkal kaya”. Ungkapan bijak ini mestinya mulai kita tanamkan kepada anak-anak sejak usia dini, kepada mereka kita ajarkan hidup hemat dengan cara menabung agar pola konsumtif yang tidak bermanfaat dapat dikurangi.
Oleh karena itu sangatlah penting untuk menanamkan sifat-sifat hemat dan teliti sebelum menggunakan uang kepada anak-anak, agar tercipta prilaku hemat dan tidak sembarangan menggunakan uang. Walaupun uang saku, maka dengan terbiasanya anak mengelola uang sejak usia dini diharapkan kebiasaan baik dalam menghemat dan tidak berprilaku boros akan tertanam dalam pribadi masing-masing anak, sehingga dengan mengajarkan anak-anak merencanakan keuangannya sejak usia dini, selain melatih psikologis anak dalam mengambil keputusan yang bijak, juga melatih kemampuan kognitif anak dalam berhitung.







