Sedangkan, minyak goreng kemasan yang dijual di Pasar Modern seperti di Indomaret, sulit didapati karena sangat langka, bahkan jika pun datang dan diperjual belikan, hanya orang tertentu yang mendapatkannya, karena jumlah yang dijual sangat terbatas dan sangat tak seimbang dengan yang dibutuhkan masyarakat.
Akibat kelangkaan dan menghilangnya minyak goreng di pasar, beberapa pedagang goreng pisang terpaksa menutup dagangannya dan terpaksa libur karena tak mendapat minyak goreng baik curah maupun yang kemasan.
Agar minyak goreng tak menghilang lagi dari Aceh Tenggara, pedagang dan komponen warga Aceh Tenggara lainnya, berharap dan mendesak pihak dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja turun ke lapangan sembari memeriksa beberapa lokasi yang diduga bisa saja menjadi tempat penimbunan sehingga menyebabkan kelangkaan minyak goreng di bumi sepakat segenep ini.
Beberapa pelayan Indomaret membenarkan kepada Acehinspirasi.com, minggu (21/02/22) membenarkan, dalam beberapa bulan terakhir minyak goreng kemasan langka dan bahkan menghilang dari Indomaret Prapat Hilir Kutacane.
” Gak ada masuk pak, bahkan kalau pun ada masuk hanya sebentar saja telah habis dibeli warga,” ujar pelayan
Sementara Anggota DPRK Agara dari Fraksi Piso Mesalup, Tomi Selian ketika dimintai tanggapannya, oleh wartawan Acehinspirasi.com, terkait kelangkaan minyak goreng dalam beberapa bulan terakhir di Aceh Tenggara mengaku, prihatin karena minyak goreng merupakan kebutuhan dasar yang setiap hari harus dipenuhi.







