Kondisi memprihatinkan itu sangat dirasakan warga dan petani ketika memasuki musim penghujan, karena praktis mobil pengangkut barang hasil pertanian dan hasil perkebunan warga tak bisa diangkut keluar dari kecamatan leuser akibat jalan berlumpur, berlubang dann jadi aliran parit kecil.
Situasi tersebut, diperparah lagi dengan rusak beratnya ruas jalan provinsi Muara Situlen gelombang,mulai dari simpang Permata Musara sampai desa Bukit Bintang Indah,dampaknya, harga jagung, kakao dan sawit anjlok sedangkan harga sembako semakin mahal,sebab itu agar warga Leuser tidak selalu dalam kesulitan, Pemkab Agara dan Pemprov hendaknya memperbaiki ruas jalan yang telah menjadi urat nadi perekonomian warga dan petani tersebut.
Camat Leuser, Mustafa Kamal, kepada Acehinspirasi, Selasa (22/3) membenarkan terjebaknya puluhan dump truck pengangkut hasil jagung petani kecamatan Leuser, selama beberapa hari di tengan jalan rusak berat di wilayah desa Lawe Serakut serta membenarkan banyaknya ruas jalan Kabupaten dan ruas jalan Provinsi yang rusak berat sehingga menyulitkan petani menjual hasil jagung, Kakao dan Sawit mereka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Agara, Sadli Desky,ST.MT melalui Kabid Jalan dan Jembatan, M.Yusuf Desky kepada Aceh Inspirasi, mengatakan untuk tahun 2022 ini tak ada sedikit pun alokasi untuk proyek rehab dan perbaikan jalan dari Dinas PUPR untuk kecamatan Leuser, jika pun ada hanya melalui kegiatan Pokok Pikiran anggota DPRK dari Timbul Hasudungan Samosir, itu pun jumlah dananya maksimal antara 150 juta sampai dua ratus juta rupiah,” tandas Yusuf Desky.(Fandi Ahmad).







