Namun setelah diyakinkan oleh kedua orang tuanya, bahwa yang merubah nasib seseorang itu adalah diri sendiri bukan orang lain, maka dari situlah ia bersemangat untuk masuk SMK dan mengambil jurusan busana.
“Alhamdulillah sudah memiliki kemampuan sedikit-sedikit, yang paling penting itu adalah bagaimana kita mencintai jurusan yang kita ambil, kemudian kita harus yakin, dan harus punya mimpi,” pesan Zakia.
Untuk diketahui, usai mengikuti zikir dan doa rutin ASN jajaran Pemerintah Aceh di SMK tersebut (Selasa, 15/3) lalu, Sekda mendapat tawaran akan dibuatkan baju kemeja oleh Zakiah Ulfa, siswi kelas XII Tata Busana, SMKN 1 Takengon.
“Kami sangat senang jika diizinkan membuat sebuah baju kemeja motif Kerawang Gayo untuk Bapak Sekda. jika bapak berkenan, izinkan saya mengukur,” ujar Zakiah Ulfa.
SMK Andalan Untuk Mengejar Ketertinggalan
Asisten III Setda Aceh, Dr. Iskandar, AP mengaku cukup bangga kepada Zakia Ulfa, Ananta Dwi Putri dan Qurrata Ayuni Munthe. Menurut Iskandar, mereka adalah contoh masa depan anak-anak Aceh yang memiliki skil.
“Mereka masih muda, mereka punya keberanian, mereka punya skil. Masa depan Indonesia itu berada di tangan orang-orang yang punya skil,” kata Iskandar.
Iskandar menuturkan, skil yang diperoleh pelajar SMK tidak terlepas dari bimbingan para guru-guru terbaik di bawah manajemen pendidikan yang berkarakter. Salah satu karakter yang dibentuk adalah karakter untuk menjadi entrepreneur.
Oleh karena itu kata Iskandar, menjadi sebuah rahmat Allah dalam event zikir di SMKN 1 Takengon beberapa waktu lalu yang dilihat oleh seluruh sekolah di Aceh, seluruh SKPA, semua mata memandang saat Zakia dan dua temannya dengan sopan dan lugas meminta izin mengukur baju Sekda Aceh untuk dijahitkan baju kemeja oleh mereka sendiri.








