Sebelum penutupan, peserta ToT membuat rencana tindak lanjut sebagai bahan verifikasi pemahaman peserta selama kegiatan dan menjadi acuan bagi peserta dalam menjalankan fungsi sebagai MT.
Sebagai penutup dan puncak kegiatan, SCOPI menyelenggarakan MT National Meeting yang dihadiri oleh para stakeholder, peserta ToT, dan MT seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat mewadahi transfer ilmu dan pengetahuan antar MT SCOPI se-indonesia maupun dengan pemangku kepentingan tentang peluang dan tantangan sektor kopi terkini. Lebih lanjut, kegiatan ini juga ditujukan sebagai persiapan aksi program peningkatan kompetensi MT kedepannya.
MT National Meeting dibuka dengan sambutan dari Bapak Richard Atmadja selaku Ketua Dewan Pengurus SCOPI yang menyampaikan bahwa kebutuhan MT yang berkompeten adalah salah satu jawaban bagi upaya peningkatan produktivitas bagi sektor kopi Arabika sehingga, peningkatan pendapatan petani di sektor hulu serta peningkatan peluang pengembangan ekspor kopi Arabika yang memiliki nilai (value) yang lebih tinggi dapat tercapai.
Sementara Gubernur Aceh yang diwakili oleh Ir. Iskandar Syukri MM MT selaku Staf Ahli Gubernur Aceh, dan Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh H. Harun Manzola, SE, MM selaku Asisten Dua Setdakab Aceh Tengah menekankan besarnya potensi perdagangan kopi Arabika Gayo baik di dalam maupun luar negeri saat ini.
Melalui penyelenggaraan program Master Trainer, diharapkan dapat membawa kemajuan dan keberlanjutan industri kopi di Aceh, khususnya Kopi Gayo.







