Beberapa issue yang dibahas, antara delegasi dengan Pemkab Pidie, antara lain tentang pelarian para pengungsi, penolakan oleh masyarakat terhadap penempatan pengungsi dalam waktu yang lama.
Kemudian kecemburuan sosial warga sekitar terkait bantuan, dimana saat ini masyarakat Pidie sedang dilanda banjir dan membutuhkan bantuan.
“Secara kemanusian, Pemkab Pidie bersama Forkopimda, sejak pengungsi Rohingya masuk wilayah Pidie telah membantu memberi pakaian, tempat berteduh sementara dan makanan, serta layanan kesehatan,” Jelas Pj Bupati.
“Kita juga menyediakan lahan tempat dijadikan oleh UNHCR dan IOM sebagai tempat tinggal mereka untuk sementara. Jadi semua ini kita lakukan dengan melihat dari sisi kemanusian,” Sambung H. Wahyudi Adisiswanto.
Kepada Delegasi, Pj Bupati sempat menanyakan data dan keberadaan para pengungsi Rohingya yang lari dari Bangladesh maupun keberadaan mereka para pengungsi yang sudah berada di Malaysia.
Sementara itu, Kapolres Pidie kepada delegasi menyampaikan, bahwa pihak Polres Pidie selalu memantau kondisi komplek pengungsian, termasuk pengamanan.
“Untuk pengamanan sudah baik, namun diperlukan pengamanan tambahan seperti CCTV, untuk mengantisipasi tindakan kriminal oleh para pengungsi, dimana sebelumnya ditemukan senjata tajam pada para pengungsi,” Sebut Kapolres.
Kapolres juga menyoroti tentang para pengungsi yang berupaya kabur dari komplek, dan adanya kelompok- kelompok dalam pengungsi, serta penolakan masyarakat atas keberadaan pengungsi dalam waktu yang lama.







