Irfanusir Rasman, Ketua Komisi II DPRA juga meminta agar Samsat lebih berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Irfan menyebutkan, dengan adanya catatan investigasi dari Ombudsman maka harus ada perubahan ke depan dan DPRA siap mendukung penganggaran untuk kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
“Intinya samsat harus berinovasi dan DPRA siap mendukung penganggaran untuk pelayanan prima” sebut Irfanusir yang merupakan politisi dari Barat Selatan, yang juga mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Aceh.
Mengakhiri pertemuan tersebut, Dr. Taqwaddin mengharapkan agar pihak BPKA segera mengusulkan anggaran untuk pembangunan loket drive thru tambahan. Dan selanjut Bank Aceh mempercepat proses untuk pembayaran non-tunai, baik dengan kartu debit ataupun kartu kredit.
“Berdasarkan catatan tim investigasi, maka hari ini dapat kami sampaikan bahwa pembenahan harus segera dilakukan pada loket drive thru. Dan selanjutnya Bank Aceh mempercepat proses pembayaran non-tunai. Ini penting untuk merespon kebutuhan masyarakat modern saat ini, papar Taqwaddin.
“Karena yang datang ke samsat merupakan wajib pajak yang patuh, dan membawa uang untuk pendapatan daerah, maka selayaknya mereka mendapatkan pelayanan yang prima. Kami memberi apresiasi atas inovasi pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) oleh Samsat Banda Aceh, karena hal ini akan memberikan pelayanan yang cepat kepada Wajib Pajak dan sekaligus dapat menghindari pungli jika pembayarannya dilakukan secara non-tunai, pungkas Taqwaddin. (*)






