“Penuduhnya memang tidak terlalu banyak tetapi hampir semua mendukung terhadap tuduhan – tuduhan itu,” terangnya.
Akhirnya katanya, tuduhan itu menyebarluas hingga bertahun – tahun, puncaknya pada 2020 ini.
Hingga sekarang ini sebut Abi Pango, timbul masalah dikalangan masyarakat, dan melakukan penghadangan dan pelemparan batu ketika para jamaah MPTT-I melaksanakan muzakarah kesejumlah daerah, karena dianggap telah membawa ajaran sesat bagi masyarakat.
Menurutnya ini sudah sangat berbahaya, untung saja kita diperintahkan oleh Abuya untuk tidak melakukan perlawanan, hingga jamaah masih tetap bertahan meskipun dilempari batu sehingga kaca mobil hancur.
‘Dan ini telah meresahkan pihak kami dalam melakukan kegiatan keagamaan,” tuturnya.
Menurutnya, sebelum terjadi penghalang penghalangan di klut Utara, Aceh Selatan, dan kejadian besar – besaran di Abdya, pihaknya telah pernah meminta audensi berupa arahan dan petunjuk kepada pihak MPU Aceh, agar bagaimana persoalan ini bisa diatasi tetapi jawabannya hingga kini belum punya waktu karena sibuk.
Ia menyebutkan, saat ini baru pihak Gubernur Aceh, dalam hal ini Biro Kesra, dan Kapolda Aceh, yang baru menerima mereka.
“Alhamdulillah hari ini kami diterima oleh rekan- rekan wartawan dari sejumlah media baik cetak, elektronik maupun media online.
Mudah – mudahan ia berharap dengan pertemuan ini bisa memberikan jawaban kepada semua masyarakat Aceh.
Terakhir ia mengatakan, MPTT-I diluar Aceh begitu mendapat sambutan hangat dan sangat bagus, bahkan banyak ulama – ulama disana yang sudah bergabung dan memberikan materi – materi didalam muzakarah – muzakarah yang pernah diadakan. (Dra/pri)







