Sebab pasca selesai pendidikan dayah, banyak alumni dayah tidak ada pekerjaan. Padahal peluang usaha di lingkungan dayah cukup menjanjikan.
Ketua Hipsi Aceh juga sebagai Founder MBA Corporation ini mengatakan Hipsi Aceh siap bersinergi dan berkolaborasi dengan DPDA untuk mendukung usaha santri demi terwujudnya kesejahteraan bidang ekonomi dan Kemandirian Dayah.
“Selama ini, Hipsi merangkul kawan-kawan di Aceh untuk membantu entrepreneur santri. Jadi kami siap dan punya sumber daya manusia (SDM) yang cukup,” tutupnya.
Kepala DPDA, Dr. Munawar A. Jalil, MA sangat mendukung dan siap menampung aspirasi Hipsi Aceh ke depan, secara kolaboratif dan bersinergi untuk program DPDA.
“Saya akan mempresentasikan nanti di hadapan Hipsi, ISAD, dan Ormas Berbasis Dayah lainnya, tentang roadmap pendidikan dayah Aceh. Jadi semangat yang kita usung demi Indonesia emas 2045. Saya sudah siapkan itu di internal dinas,” ujarnya didampingi kabid pemberdayaan Santri, Tgk Irwan M.Si.
Munawar A. Jalil mengiginkan organisasi Islam di Aceh melanjutkan program yang ada misal di instansi keagamaan. Sebaiknya, program di instansi pemerintah dilanjutkan meski ada pergantian pimpinan.
“Secara umum, saya dukung kiprah Hipsi Aceh dan mohon bantu kami dalam pengembangan dayah,” harapnya. (07pri)






