Pengunjung yang hadir di stan sangat antusias menyaksikan berbagai pameran produk ekonomi kreatif dan promosi pariwisata Aceh. Pengunjung yang bersedia mengikuti kuis menarik seputar pariwisata Aceh mendapat suvenir ekonomi kreatif dan berkesempatan menyeruput kopi Aceh secara gratis.
Berbagai produk ekonomi kreatif khas Aceh juga laris manis. Tak sedikit delegasi/kontingen Gelar Melayu Serumpun yang hadir dari berbagai negara dan nusantara itu terpikat dengan pesona alam dan budaya Aceh, bahkan ada yang berencana melancong ke Aceh tahun ini usai mengunjungi stan “Cahaya Aceh” di lokasi acara.
“Pesona wisata Aceh sangat elok, kami nanti mau berlibur ke Aceh, salah satunya Pulau Banyak,” ujar Ahmad Shahir Bin Abdullah, Royal Malaysia Police Liaison Officer Consulate General of Malaysia Kota Medan.
“Kopi Aceh rasanya kuat, tapi nikmat,” ungkap penari tradisional dari India.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno turut hadir di acara yang menjadikan sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif serta penguatan seni dan budaya Melayu baik di Indonesia maupun negara-negara serumpun lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan India.
Hadir pada kesempatan tersebut Pj Gubernur Sumut, Hassanudin; Wali Kota Medan, M Bobby Afif Nasution; Sultan Deli ke 14, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah; serta sejumlah pemerintah daerah yang ada di pulau Sumatra dan para delegasi dari negara serumpun.[]







