Secara khusus ia berterima kasih kepada direktur dan aparatur Rumah Sakit Jiwa Aceh yang ditugaskan untuk mendampingi kontingen Bangka Belitung.
Ferdian mengatakan, salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah pelayanan medis yang didapatkan atlet paralayang Bangka Belitung yang cidera. Atlet tersebut ditangani dengan cepat dan tepat, bahkan Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh mengunjungi dan menunggu langsung saat atlet mereka dioperasi.
“Apa yang mau kami keluhkan, gak ada, Aceh ini sangat luar biasa, kami juga mohon maaf jika ada kesalahan selama disini,” kata Ferdian.
“Aceh istimewa, Aceh luar biasa, Aceh yang terbaik,” sebut Ferdian dengan suara tinggi dan disambut tepuk tangan seluruh peserta rapat.
Hal senada juga disampaikan Ketua CdM Nusa Tenggara Timur (NTT) Lambertus. Ia
menyampaikan pengharagaan tinggi kepada gubernur dan seluruh pengurus besar PON wilayah Aceh. Ia mengatakan, semua kegiatan NTT dilayani dengan baik.
“Secara istimewa kami berterima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah memberi perhatian dan dukungan hingga 99,9 persen tidak ada persoalan, kami dilayani dengan baik, terutama oleh para ASN Dinas Pertanahan,” kata Lambertus.
Menurut Lambertus, slogan Aceh “Peumulia Jamee” layak menggema seantero negeri.
“Sungguh amat luar biasa, kami berharap saat jadi tuan rumah nanti minimal bisa sama dengan Aceh,” pungkas Lambertus. []







