Nasir menegaskan bahwa sebagai organisasi profesi, PWI memiliki komitmen kuat untuk tetap independen dan menjaga porsi pemberitaan yang seimbang bagi semua kandidat. Ia juga mengingatkan para wartawan di bawah naungan PWI agar tidak terlibat dalam politik praktis.
“Wartawan itu harus independen, tidak berada di mana-mana, tapi ada di mana-mana,” ujar Nasir Nurdin, sembari menekankan bahwa wartawan PWI dilarang keras menjadi bagian dari tim sukses (timses) salah satu pasangan calon.
Ketua KIP Aceh Besar, T. Khairun Salim, menyambut baik audiensi ini dan menilai bahwa kehadiran PWI Aceh Besar sangat diharapkan dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan pilkada.
Menurutnya, peran media, terutama PWI, sangat penting dalam menjaga transparansi dan kredibilitas pelaksanaan pilkada.
“Kehadiran pengurus PWI ini memang sudah kami nantikan. Kami berharap kerjasama ini bisa terus berjalan demi suksesnya Pilkada yang damai dan berintegritas,” kata T. Khairun Salim.
Dengan pertemuan ini, PWI Aceh Besar diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan suasana pilkada yang damai, bebas dari hoaks, dan tetap menjaga independensi sebagai organisasi wartawan. []







