Menurut Bahtiar yang memimpin giat evaluasi kinerja itu, sesuai dengan laporan yang mereka terima dari sumber sumber lapangan di Aceh, Iswanto bukan hanya berkutat di lini birokrasi, namun juga menjalankan kegiatan sosial seperti donor darah rutin hingga melakukan gebrakan bersih lingkungan secara berkelanjutan sejak memimpin Aceh Besar.
Sesuai dengan arahan dari Tim Evaluator sebelumnya, Iswanto membuka laporan nya tentang kinerja dalam pengendalian inflasi di Aceh Besar yang angka inflasi terakhir di Bulan September 2024 pada posisi angka 0,81 persen.
Disebutkan, capaian itu adalah simultan dari berbagai upaya, termasuk arahan langsung dari Kemendagri dalam rapat rutin pengendaian inflasi secara mingguan.
“Selain itu juga dengan koordinasi berkelanjutan dengan Bank Indonesia, pemantauan Pasar Induk Lambaro yang menjadi pasar grosir utama untuk Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya dan Kota Sabang.
Dan juga dengan Rakor Rutin di jajaran Forkopimda Aceh Besar serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” ujar Iswamo.
Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Aceh Besar itu juga merinci gebrakan masiv yang telah dilakukan selama tiga bulan terakhir dan juga jauh sebelumnya, terkait dengan penanganan dan minimalisasi angka stunting, dan penanggulangan kemiskinan ekstrim.
Yaitu dengan pengukuran ulang bayi hingga pemberian makanan tambahan dan gerakan lainnya.
Sementara untuk pengurangan kemiskinan ekstrim dilakukan bantuan pangan serta subsidi untuk sektor pertanian dan perikanan, terutama dengan alat dan perlengkapan dasar budidaya.







