Scroll untuk baca artikel
iklan
Parlementaria

Kerukunan Ummat Beragama Nyata di Kupang NTT: Catatan dari Tanwir Muhammadiyah

122
×

Kerukunan Ummat Beragama Nyata di Kupang NTT: Catatan dari Tanwir Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
IMG 20241207 093148

Tiba di pintu gerbang Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) kami disambut barisan KOKAM yang sigap bagaikan pasukan RPKAD. Semua mereka memberi tabik dengan gerakan hormat. Terkenang saya ke tiga puluh lalu (2002 – 2004), saat saya sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Wilayah Aceh, yang ex officio sebagai Komandan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkat Muda Muhammadiyah).

Lagi-lagi kami diperiksa oleh Paspampres dengan detentor dan semua tas harus dibuka. “Maklum ayah, kita ini ada kedatangan Presiden. Jadi harap maklum iya”, ujar Josep, Mhs PGSD, yang juga Anggota KOKAM. Mendengar panggilan ayah, saya senang dan senyum sumringah. Dalam hati saya, tahu dimana dia memanggil kami “ayah”. Ini panggilan yang sangat disukai oleh para pimpinan Muhammadiyah.

Dalam sambutan Pj Gubernur NTT, disampaikan bahwa Islam adalah minoritas di NTT. Tapi bapak/Ibu jangan kuatir. Toleransi ummat beragama disini sangat baik. Muslim disini hanya 20-an persen, tapi kami hidup rukun dan damai disini. Kampus UMK ini misalnya, mahasiswanya sebagian besar adalah non muslim, yaitu sekitar 80% yang Kristen, baik Katolik maupun Protestan. Jadi nanti bapak ibu dari seluruh Indonesia harap maklum dilayani oleh adik-adik mahasiswa yang Kristen.

Acara tiga hari di Kupang sangat berkesan. Dua malam berturut-turut kami makan nasi ikan bakar dengan kuah asam pedas di Pasar Solor. Ikannya segar, kuah asemnya maknyuz, dan harganya murah. Kami makan berempat dengan ikan gondopila, sejenis ikan kakap merah tetapi rasanya lebih manis, plus kuah asam pedas bayarnya hanya Rp170.000. Pelayanan para penjualnya pun sangat ramah dan komunikatif.

Girl in a jacket