Saat tiba di Eltari Airport Kupang, yang mungkin ukurannya sebesar Sultan Iskandar Muda Airport di Aceh Besar, kami dijemput langsung oleh panitia pendukung Tanwir. Mereka adalah para mahasiswa mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK).
Hujan lebat sekali waktu kami tiba. Adik-adik mahasiswa dengan jas merah maron pakaian kehebatan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan sigapnya menyambut dan mengalungi kami dengan kain khas Timor satu persatu. Dengan penuh keramahan kami diantar ke mobil Hi Ace yang sudah terparkir tidak jauh dari pintu keluar bandara.
Sesampainya di Hotel Harper Kupang kami pun disambut lagi oleh para mahasiswa IMM. Dengan ramah dan santun mereka mempersilakan kami berkenan antri diperiksa Paspampres. “Mohon berkenan antri sebentar iya ayahanda. Ini prosedur paspampres karena Presiden Prabowo juga nginap disini”, ujar gadis hitam manis berhidung mancung, wajah khas orang Timor.
Kami diinapkan di Hotel Harper. Hotenya masih baru, luas dan pelayanan pihak hotel yang hospitality. Kayaknya, hotel ini bintang empat atau malah bintang lima.
Saya dan Pak Ichwanul Fitri langsung masuk kamar untuk ganti baju, tanpa sempat mandi. Lalu, buru-buru kami turun lagi dan bergabung untuk gala dinner bersama Ketua Umum Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah lainnya, termasuk Sekretatis Umum PP Muhammadiyah, Prof A Mukti, yang juga sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Besoknya (4/12/2024), turun dari lantai 6 Hotel Harper kami disambut lagi dengan ramah oleh para mahasiswi UMK yang berjaket maron. Sapaan, “silakan ayahanda, bus-nya sudah menunggu. Masing-masing kami dipayungi satu persatu hingga ke pintu bus.







