Scroll untuk baca artikel
Ads
Parlementaria

Kerukunan Ummat Beragama Nyata di Kupang NTT: Catatan dari Tanwir Muhammadiyah

122
×

Kerukunan Ummat Beragama Nyata di Kupang NTT: Catatan dari Tanwir Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
IMG 20241207 093148

Setelah makan, Pak Darius, yang Kristen taat, mengajak kami jalan-jalan keliling kota hingga kami nongkrong di Benteng Mercusuar sambil makan pisang bakar plus kacang dan manisan. Enak tenan. Pak Darius ini teman baik saya. Beliau sudah dua periode sebagai Kepala Ombudsman RI Perwakikan NTT. Beliau dikenal luas di kalangan Pemerintahan NTT. Pak Darius, sangat toleran dengan kawannya yang muslim dan dengan ummat Islam lainnya. Pada pribadi Pak Darius saya menemukan kerukunan antar ummat beragama yang nyata. Teruslah berbuat kebajikan (fastabiqul khairat) Pak Darius.

Kami sempat menunaikan Shalat Magrib di Mesjid Raya Kupang. Untuk ukuran penduduk minoritas, ukuran masjid tersebut sudah lumayan luas. Tetapi area parkirnya agak sempit. Tidak seperti masjid-masjid di kampung kami. Setelah maghrib kami bertemu dengan seseorang jamaah yang asik iktikaf menunggu isya. Saya menegur dan memulai pembicaraan. Ternyata beliau adalah seorang muallaf yang baru saja sebulan lalu mendapat hidayah.

Acara penutupan Tanwir benar-benar meriah. Gebyar yang didukung paduan suara oleh UMK menjadikan lagu Sang Surya yang lazimnya kami nyanyian dalam tempo sedang, dibawa mereka agak cepat, ngebeat dan lebih asik. Ketua Umum Muhammadiyah sampai memuji berkali-kali atas paduan suara ini yang sejak hari pertama telah mencuri perhatian publik karena ketrampilan dirijennya yang memukau.

Acara ditutup dengan meriah sekali. Kami semua tak bisa menyembunyikan kegembiraan. Tak terkecuali Pak Menteri Pendidikan, Prof Mukti, yang juga larut gembira atas suksesnya Acara Tanwir Muhammadiyah di Kupang NTT.

Girl in a jacket