Gubernur juga memaparkan berbagai peluang investasi yang ditawarkan Aceh, terutama di empat sektor prioritas: pariwisata, agroindustri, energi dan infrastruktur, serta Zona Ekonomi Bebas Sabang.
“Tren investasi di Aceh terus meningkat, baik dari dalam maupun luar negeri, terutama di sektor energi, perkebunan, dan perhotelan,” ujarnya.
Di sektor minyak dan gas, Aceh memiliki potensi besar di Cekungan Sumatra Utara dengan beberapa blok kerja yang aktif serta peluang eksplorasi di wilayah lain.
Infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe juga mendukung pengembangan industri energi dan petrokimia, serta energi bersih seperti hidrogen biru dan amonia hijau.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Aceh menawarkan berbagai insentif bagi investor, termasuk pengurangan pajak dan fasilitas lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Sabang.
Gubernur berharap pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara Aceh dan Uni Emirat Arab, serta membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak.
Setelah penyampaian sambutan, Gubernur memberikan kesempatan kepada Kepala Bappeda Aceh dan Kepala BPMA untuk memaparkan lebih rinci mengenai potensi investasi yang dapat dikerjasamakan.
Dalam sambutannya, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat Aceh. Ia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Wakil Gubernur, Fadhlullah TM Daud.







