“Ini adalah kunjungan pertama saya dalam pembahasan investasi. Kami sadar Aceh memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Kami juga menyadari banyak potensi lain yang bisa digarap,” ujar Dubes Al Dhaheri.
Dubes Al Dhaheri menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan UAE telah terjalin erat selama 40 tahun terakhir. Sementara itu, hubungan dengan Aceh mulai semakin erat sejak bencana tsunami 2004.
“Kami membangun 500 unit rumah bantuan untuk korban tsunami saat itu, dan kami berkomitmen untuk memberikan bantuan lain saat ini dan ke depan,” tambahnya.
Setelah mendengar seluruh pemaparan dari pihak Aceh, Dubes Al Dhaheri menyatakan dia sangat mengapresiasi berbagai potensi yang ada di Aceh.
“Saya akan membawa pulang informasi ini kepada pihak kami agar peluang yang ada dapat didiskusikan lebih lanjut. Saya meminta dibuatkan dokumen resmi untuk pembahasan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Mubadala Energy menyambut positif suasana bisnis dan semangat kerja sama dengan Aceh.
Bu Ali mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengunjungi Aceh dalam rangka eksplorasi minyak dan gas. “Mubadala telah tiga kali menemukan cadangan gas yang cukup signifikan di sejumlah titik garapan kami selama ini di Aceh,”jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Aceh selama ini. “Dukungan Pemerintah Aceh sangat membantu kami. Kami meminta agar dukungan ini terus berlanjut,” pungkas Bu Ali.







