“Bila seseorang mendapatkan katakanlah undangan pengajian, sementara ia sedang sibuk dengan urusan pekerjaan, maka ia menimbang hal untung rugi di akhirat kelak. Bila ia ikuti undangan pengajian, sementara urusan pekerjaan ditinggal sementara, maka boleh jadi itu hari keberuntungan ia bukan hari ruginya kelak. Demikian juga sebaliknya,” papar sang khatib.
Terakhir, sebut khatìb, kita melihat diri kita selalu dalam kesalahan dalam beribadah, agar terus menerus kita mengevaluasi dan memperbaiki diri dalam beribadah dari kekurangan kekurangan yang ada. Ini tanda yang ketiga, sehingga kita selalu mengintropeksi diri terlebih setelah Ramadhan ini apakah lebih baik setelah berpuasa atau justru lebih mundur kadar peribadatan kita. (Ridha Yunawardi)







