Husaini menambahkan, sistem SiJambang telah melalui tahap uji tiru dan belum diterapkan di pelabuhan penyeberangan mana pun di Indonesia.
Ia berharap pada tahun 2026 sistem ini dapat diimplementasikan secara penuh agar efektivitas dan keselamatan penyeberangan semakin meningkat.
“InsyaAllah tahun 2026 kita sudah usulkan anggaran pengadaan perangkat lunak SiJambang.
Ini akan menjadi tonggak penting karena Pelabuhan Ulee Lheue akan menjadi yang pertama di Indonesia menerapkan sistem ini,” pungkas Husaini.
Dengan kehadiran SiJambang, Dinas Perhubungan Aceh optimistis layanan pelabuhan penyeberangan akan semakin modern, transparan, dan berstandar nasional dalam mendukung kelancaran transportasi laut di Aceh. []







