Pada Jumat siang, rombongan akhirnya berhasil keluar dari lokasi terjebak. Mereka menumpang sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO) yang memiliki bodi lebih tinggi sehingga dapat menerobos banjir di jalur tersebut. Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki.
Saat melewati genangan banjir yang masih tinggi, Marlina tak kuasa menahan tangis. “Saya benar-benar cemas melihat kondisi di lapangan. Banyak ibu dan anak yang membutuhkan bantuan segera,” katanya.
“Mohon penanganan segera karena banjir di kawasan ini masih sangat tinggi,” ujarnya.
Rombongan kini telah tiba di kawasan Geudong dan melanjutkan perjalanan menuju Lhokseumawe untuk berkoordinasi dengan tim penanganan bencana. []






