Scroll untuk baca artikel
Ads
Aceh

Mualem Terobos Aceh Tamiang Antar Bantuan Tengah Malam

63
×

Mualem Terobos Aceh Tamiang Antar Bantuan Tengah Malam

Sebarkan artikel ini
IMG 20251204 185037

Rudi, warga Medan yang menginisiasi pengiriman bantuan, mengatakan pihaknya mengirim satu truk sembako seberat kurang lebih 30 ton. “Ada air minum, biskuit, mi instan, beras, telur, dan obat-obatan,” kata Rudi.

“Besok juga ada truk berikutnya. Kami juga buka posko di Medan untuk teman-teman yang ingin menyumbang ke Aceh.”

Ishak alias Kureng, warga Desa Menang Gini, Karang Baru, Aceh Tamiang menceritakan bagaimana banjir besar itu datang menghantam pemukiman mereka.

“Banjir hari Rabu mulai naik, malam Kamis sudah dua meter lebih. Hari Kamis bertambah lagi sampai malam Jumat kira-kira 3,5 meter,” katanya. “Hari Jumat baru mulai reda pelan-pelan, dan Sabtu kami bisa keluar cari makan. Kami terjebak sekitar empat hari empat malam.”

Ishak mengungsi ke kantor KPA bersama sekitar 50 warga lainnya. Banyak warga dari desa sekitar juga ikut menyelamatkan diri ke lokasi tersebut.

“Arus banjir kencang sekali, rumah hancur semua. Yang paling dibutuhkan sekarang makanan, air bersih, dan obat-obatan untuk bayi. Banyak anak sudah demam,” ujarnya.

“Saat banjir, yang diselamatkan cuma keluarga. Yang tersisa hanya baju di badan.”

Wahyu Putra Pratama, warga Kampung Dalam, Karang Baru, menyampaikan kisah serupa. “Selesai Magrib, air sudah masuk. Kami langsung mengungsi ke tempat kantor KPA yang dekat karena banyak anak kecil, alhamdulillah selamat,” tuturnya.

“Air naik cepat sekali, setinggi kabel listrik, sekitar tiga meter. Rumah sudah hancur semua.”

Wahyu mengatakan warga bertahan hidup dengan memakan apa pun yang ditemukan.

Girl in a jacket