“Alhamdulillah sudah tembus dan sudah masuk, sudah relatif aman untuk kondisi logistiknya,” jelasnya.
Pemerintah Aceh juga menyiapkan pengiriman tambahan melalui kapal dari Aceh Utara untuk memperkuat pasokan kebutuhan dasar di wilayah tersebut.
“Jadi kita boom logistik supaya masyarakat di sana lebih terjamin menghadapi masa pemulihan ke depan,” kata Nasir.
Ia juga menambahkan, masih terdapat beberapa wilayah yang membutuhkan dukungan tambahan, terutama di Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, serta dua hingga tiga kecamatan di Aceh Utara. Meskipun beberapa di antaranya sudah dapat dijangkau, distribusi logistik masih perlu dipastikan merata.
“Tapi secara umum, mereka sudah tertangani secara distribusi logistiknya. Mungkin perlu kita cek lagi yang belum-belum dapat. Ini kita koordinasi terus nanti dengan posko pemerintah kabupaten/kota nya, untuk mereka mendata kembali, supaya distribusi logistik yang kita kirim dapat segera didistribusikan ke wilayah tersebut,” kata Nasir.
Berdasarkan data sementara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per pukul 19.37 WIB, tercatat 305 orang meninggal dunia, 191 orang hilang, serta 1.435 korban luka ringan dan 403 luka berat. Bencana ini telah berdampak pada 18 kabupaten/kota, mencakup 229 kecamatan dan 3.310 gampong, dengan total 326.800 kepala keluarga atau 1.599.740 jiwa terdampak. Sebanyak 688.775 jiwa masih mengungsi di 898 titik pengungsian.
Kerusakan fasilitas umum akibat bencana ini juga meluas, mencakup 138 unit kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, empat pesantren, 204 fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, serta 302 titik jalan dan 152 jembatan yang terdampak. Sementara itu, kerugian harta benda masyarakat turut besar, dengan 78.076 rumah rusak, 182 ekor ternak hilang, serta kerusakan lahan pertanian yang meliputi 55.404 hektare sawah dan 12.700 hektare kebun. []







