Scroll untuk baca artikel
Aceh

ICMI Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar sebagai Bencana Darurat Nasional

28
×

ICMI Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar sebagai Bencana Darurat Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20251207 080019

ICMI Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Aceh–Sumut–Sumbar sebagai Bencana Darurat Nasional. Melalui Pernyataan Sikap bernomor 51-A/ICMI.01/MPW/12/2025, ICMI menilai situasi tersebut telah memenuhi kriteria Bencana Tingkat Nasional sebagaimana amanat UU No. 24 Tahun 2007. Foto: Humas ICMI

Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyatakan keprihatinan mendalam atas banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah menimbulkan kerusakan luas, mengganggu kehidupan sosial-ekonomi, dan melampaui kapasitas penanganan pemerintah daerah.

Melalui Pernyataan Sikap bernomor 51-A/ICMI.01/MPW/12/2025, ICMI menilai situasi tersebut telah memenuhi kriteria Bencana Tingkat Nasional sebagaimana amanat UU No. 24 Tahun 2007.

Dalam pernyataan resminya, ICMI mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera menetapkan banjir di tiga provinsi tersebut sebagai Bencana Darurat Nasional agar mobilisasi sumber daya nasional—termasuk BNPB, TNI-Polri, kementerian terkait, dan anggaran darurat—dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

ICMI juga meminta pemerintah pusat membentuk Satgas Nasional Penanganan Banjir Sumatera yang mencakup unsur hidrologi, kehutanan, kesehatan masyarakat, logistik, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.

Selain itu, ICMI menekankan pentingnya percepatan bantuan kemanusiaan, terutama penyediaan pangan, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan pascabanjir, dan pemulihan psikososial.

Dalam pernyataan tersebut, ICMI menegaskan bahwa bencana ini bukan sekadar persoalan cuaca ekstrem, melainkan bagian dari bencana ekologis struktural. Untuk itu, diperlukan audit menyeluruh terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS), peninjauan ulang izin tambang dan perkebunan di hulu, moratorium izin baru di kawasan kritis, serta percepatan rehabilitasi ekosistem.

Girl in a jacket