“Masuknya tiga event Aceh dalam Karisma Event Nusantara 2026, dengan satu event berada di jajaran Top 10 nasional, merupakan pengakuan atas kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh. Namun capaian ini tidak menghilangkan rasa empati kami, karena Aceh saat ini juga tengah menghadapi bencana,” ujar Dedy, Sabtu (24/1/2026).
“Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan event budaya dan wisata justru kami posisikan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan sosial. InsyaAllah, kegiatan nanti menjadi ruang kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman, dan komunitas lokal, sekaligus sarana memperkuat solidaritas dan optimisme untuk bangkit bersama pascabencana,” tambahnya.
Ia menambahkan, Disbudpar Aceh berkomitmen memastikan penyelenggaraan event tetap memperhatikan sensitivitas sosial serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat kolaborasi dan pemulihan daerah.
Sebagai informasi, event yang tergabung dalam KEN 2026 telah melalui proses kurasi ketat dengan indikator meliputi ide dan inovasi, strategi pemasaran dan komunikasi, manajemen kegiatan dan keuangan, serta analisis dampak ekonomi dan sosial.
Program ini juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku industri pariwisata serta ekonomi kreatif.[]






