Ia juga menyinggung persoalan jasa medis (jasmed) dan klaim BPJS yang menjadi salah satu pemicu aksi mogok kerja. Selain itu, penyesuaian regulasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) turut menjadi bagian dari pembenahan sistem keuangan rumah sakit.
“Permasalahan jasmed dan BPJS sedang kita upayakan penyelesaiannya, begitu juga dengan penyesuaian regulasi BLUD. Namun semuanya membutuhkan proses administrasi,” tambahnya.
Sementara itu, Rafzan Amin mengimbau tenaga kesehatan untuk tetap menjaga profesionalitas dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami upayakan sebelum April berakhir persoalan ini bisa diselesaikan. Kami berharap nakes tetap fokus pada pelayanan,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra, memberikan klarifikasi terkait isu kekosongan obat yang sempat beredar. Ia menegaskan bahwa hanya beberapa jenis obat tertentu yang mengalami keterbatasan, seperti insulin dan obat khusus lainnya.
“Ada alternatif obat dengan kandungan yang sama, namun tidak semua pasien cocok dengan merek berbeda. Ini menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Pihak rumah sakit, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien, terutama untuk kasus-kasus khusus.
Meski sempat terjadi gangguan, dr. Bunaiya memastikan seluruh layanan kini telah kembali berjalan normal, baik di poli, rawat inap, maupun layanan penunjang lainnya.
“Alhamdulillah, saat ini semua layanan sudah berjalan kembali. Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.







