Ia pun meminta tim dari USK untuk menyampaikan temuan di lapangan sebagai bahan masukan dan evaluasi kinerja pemerintah. “Tim yang telah turun ke masyarakat, tolong catat apa yang bisa diberikan kepada saya baik sebagai Ketua MWA atau sebagai Kepala Posko Satgas Bencana. Sarankan kepada kami apa yang bisa kita lakukan,” pesannya.
Menutup pesannya, Safrizal menegaskan bahwa ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika mampu memberikan manfaat bagi manusia. “Ilmu tidak hanya sekadar ilmu, tetapi ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika ia mampu memberikan manfaat bagi manusia,” ujarnya.
Di sisi lain, pemulihan sarana prasarana kesehatan pascabencana di tingkat makro menunjukkan progres positif. Data Kementerian Kesehatan dan Posko Satgas PRR per 8 Juni 2026 menunjukkan seluruh RSUD dan Puskesmas di tiga provinsi terdampak yang sempat berhenti beroperasi, kini telah kembali berjalan normal. Dari 2.952 Puskesmas Pembantu, 99,76 persen sudah pulih, menyisakan enam unit yang masih menggunakan gedung pengganti.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Wirausaha USK, Dekan Fakultas Kedokteran USK, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Aceh Tamiang, Ketua TDMRC USK, Seluruh Kepala Puskesmas Wilayah Kab Aceh Tamiang.

Safrizal ZA menginisiasi pengabdian masyarakat USK di Aceh Tamiang, menghadirkan layanan kesehatan dan dukungan pemulihan
Tinjau Sumur Bor dan PDAM, Pastikan Pasokan Air Bersih
Selain fokus pada layanan kesehatan, kunjungan kerja Safrizal ZA di Aceh Tamiang juga menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih.







