Dr. Fachrul Razi juga mengingatkan pentingnya standardisasi mutu produk lokal. Komoditas rakyat seperti kopi, nilam, rempah, perikanan seringkali memiliki kualitas yang tidak seragam dan belum memenuhi standar pasar internasional khususnya pasar India dan global.
“Saatnya pemerintah Aceh fokus mengedukasi dan memfasilitasi petani serta nelayan lokal agar mampu memproduksi komoditas dengan standar mutu, kapasitas, dan kontinuitas pasokan yang ketat agar tidak ditolak di pasar tujuan,” tegasnya.
Namun Dr. Fachrul Razi mengingatkan jika tanpa adanya peta jalan (roadmap) yang konkret, terukur, dan bebas dari kepentingan jangka pendek, potensi geoekonomi Sabang-Andaman ini berisiko kembali menguap sebagai wacana di atas kertas. []







