Ia meminta seluruh pihak mengedepankan kepala dingin dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi membuka kembali luka konflik masa lalu.
“Karena itu, kami meminta Presiden Prabowo memberikan perhatian langsung terhadap persoalan ini. Jangan sampai kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh menjadi tanda melemahnya kemampuan negara dalam mengelola perdamaian di Aceh,” tegasnya.
Saleh kembali menekankan bahwa evaluasi terhadap pejabat bukan dimaksudkan sebagai upaya mencari kambing hitam. Evaluasi diperlukan untuk memastikan para pejabat yang diberi amanah menjaga keamanan dan perdamaian di Aceh mampu menjalankan tugas secara profesional, memahami sensitivitas sejarah konflik Aceh, dan membangun kepercayaan masyarakat.
“Aceh sudah terlalu mahal membayar harga sebuah konflik. Jangan biarkan kegagalan pengelolaan situasi hari ini menjadi awal dari lahirnya kembali ketegangan yang telah kita sepakati untuk akhiri. Kami percaya Pemerintah Pusat memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perdamaian Aceh tetap menjadi fondasi, bukan sekadar kenangan,” pungkas Muhammad Saleh. []







