Scroll untuk baca artikel
iklan
Aceh

Sengketa Publik Proyek IPAL, Ombudsman Aceh Ajak Puluhan Wartawan ke Lokasi

191
×

Sengketa Publik Proyek IPAL, Ombudsman Aceh Ajak Puluhan Wartawan ke Lokasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20210428 WA0027

Tambah Jalal, Kota Banda Aceh sangat membutuhkan pembangunan IPAL dan secara tata ruang kota Gampong Jawa menjadi sebuah wilayah project akhir.

Karena menurutnya, kota Banda Aceh yang luasnya 5900 hektar ini sangat membutuhkan IPAL untuk menetralisasi air bersih dari pencegahan bercampurnya air kotor.

Oleh karena Gampong Jawa merupakan lokasi yang secara sertifikasi dan rekomendasi tempat proses akhir, makanya dibangun IPAL di lokasi tersebut.

Jalal menjelaskan bahwa secara keseluruhan proses air bersih kota Banda Aceh pertahun mencapai
rata rata perharinya diatas 50 ribu kubik.

Bayangkan saja kata Jalal, dengan hamparan tinggi airnya 1 meter, 5 hektar perhari atau jika kita rendahkan lagi 10 hektar, maka Kalau 10 hektar perhari di kalikan 1 tahun perhari.
Kalau satu tahun 360 hari. Artinya, hampir 3600, dengan luas Banda Aceh 5900 hektar daratannya. Kalau 25 centi meter, satu Kota Banda Aceh dalam setahun sudah terpapar dengan air kotor, artinya semua air bersih menjadi terpapar air kotor.

Makanya, perlu pemko menyusun master plan dari tahun 2012, dan ini merupakan IPAL skala kota sudah disusun dan sudah dilakukan proses, serta sudah dilakukan konsultasi publik secara luas di aula Pemda pada tahun 2012 lalu.

Kemudian dilanjutkan pembangunannya, karena kota Banda Aceh sangat membutuhkan IPAL, dan ini proyek strategis nasional dari kementerian PUPR.

Menurutnya lokasi Gampong Jawa secara tata ruang menjadi lokasi tempat pemprosesan akhir.

“Ada dua yang di proses, yakni limbah padat dan limbah cair yang disedot dari rumah ke rumah,” kata Jalal.

Girl in a jacket