Aktivis perempuan Aceh, Yulindawati. Foto: Istimewa
Banda Aceh, Acehinspirasi.com l Aktivis perempuan Aceh, Yulindawati, mendesak negara hadir secara adil dan berpihak kepada rakyat dalam menyikapi peristiwa penembakan terhadap warga di Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang diduga melibatkan oknum anggota TNI.
Menurut Yulindawati, peristiwa tersebut menambah catatan serius dugaan kekerasan aparat terhadap masyarakat. Ia menegaskan, tindakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum.
“Negara harus hadir untuk melindungi rakyat, bukan justru membuat masyarakat merasa takut terhadap aparatnya sendiri. Siapa pun yang terlibat dalam penembakan ini harus diproses hukum dan diadili secara terbuka, adil, serta transparan,” tegas Yulindawati.
Ia mengingatkan bahwa perdamaian Aceh merupakan amanah besar yang harus dijaga seluruh pihak, terutama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Perdamaian yang telah diperjuangkan dengan begitu banyak pengorbanan tidak boleh mengalami kemunduran akibat tindakan kekerasan terhadap masyarakat.
Yulindawati juga menyinggung ingatan sejarah sebagian masyarakat Aceh terhadap Prabowo Subianto yang dinilainya masih menyimpan pengalaman masa lalu yang menyakitkan. Karena itu, ia berharap masa kepemimpinan Prabowo tidak justru menambah luka dan kekecewaan masyarakat Aceh.
“Perdamaian Aceh semestinya menjadi tujuan utama. Jangan sampai perdamaian ini berakhir di tangan pemerintahan Prabowo. Rakyat Aceh tidak ingin kembali hidup dalam ketakutan dan bayang-bayang konflik,” ujarnya.






