Dalam kehidupan sehari-hari berkomunikasi dengan baik adalah hal yang penting dalam hidup bersosial, namun bila tidak difilter komunikasi tersebut maka bisa menyebabkan pertengkaran atau bahkan perpisahan karena lisan kita yang berkata kata yang tidak ada manfaatnya.
Lisan seseorang menunjukkan kualitas diri kita. Seberapa baiknya kita dapat terlihat dari perkataan yang sering kita ucap. Baik dan buruknya akan terlihat sendiri dari omongan yang keluar dari mulut kita. Berhati-hatilah dalam berbicara agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain baik dalam keluarga, kelompok bahkan dalam masyarakat.
Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 12 yang artinya;
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka buruk itu dosa. Dan janganlah sebagian kalian mencari-cari keburukan orang dan menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
Dari ayat diatas Allah telah memperingatkan kita agar selalu waspada dan sangat berhati-hati terhadap lisan. Lisan adalah sumber, pangkal dan alat segala penyakit seperti ghibah (memperbin-cangkan keburukan orang), tanabuz (menjuluki orang dengan gelar yang buruk), tafakhur (saling membanggakan diri), syukhriyyah (mengolok-olok), dan syuudhdhan (berburuk sangka).
Rasulullah juga bersabda yang artinya; “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh antara timur dan barat.” (HR. Bukhari Muslim). Oleh karena itu, kecermatan dalam berbicara mutlak harus kita jaga dan upayakan untuk selalu berucap kata-kata yang benar dan bermanfaat.







