Setiap ucapan yang kita keluarkan tentu ada makna dan konsekwensinya tergantung kepada siapa dan apa yang kita ucapkan, maka berhati-hatilah terhadap setiap kata yang kita lontarkan jangan sampai menyakiti hati orang lain apalagi yang kita ucapkan itu dalam forum besar karena setiap perkataan baik dan buruk akan membekas dalam benak lawan bicara.
Oleh karena itu jika tidak ada yang sangat penting untuk dibicarakan lebih baik diam karena “Diam itu Emas” artinya lebih baik diam daripada berbicara hal-hal yang buruk yang menyebabkan perselisihan atau seperti pepatah “Mulutmu Harimaumu”.
Hal ini sesuai Hadist Rasulallah SAW “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari).
Apa yang kita ucapakan sulit untuk kita tarik kembali apalagi dengan ucapan itu bisa menyakiti hati orang banyak. Kita harus selalu menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik dan tidak bermanfaat seperti gibah, menceritakan keburukan orang lain, berbohong dan menfitnah serta membicarakan hal-hal yanh bisa memperkeruh ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan keluarga, kelompok dan dalam masyarakat.
Selaku muslim yang baik, mari kita perbaiki kualitas hidup kita dengan cara perbaiki diri kita masing-masing, jangan pernah melukai orang lain dengan lisanmu karena yang demikian itu sangat Allah dan Rasul benci. Introspeksi diri adalah langkah paling jitu dalam memperbaiki sikap dan pola hidup, saling menghargai dan saling memaafkan kunci hidup damai dan tentram.







