Motif pemerasan
Irsyad mengatakan tindakan tiga anggota TNI dan satu warga sipil menculik dan menganiaya Imam hingga tewas, didasari motif pemerasan.
“Motifnya pemerasan, uang, uang,” katanya.
Ia menyebut korban diduga merupakan pedagang obat ilegal. Menurut Irsyad, para pelaku awalnya berpura-pura sebagai anggota polisi yang hendak menangkap Imam.
“Pelaku berpura-pura sebagai aparat kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap korban, karena korban diduga pedagang obat-obat ilegal (tramadol dll),” kata Irsyad.
Setelah ditangkap dan dibawa, ia menyebut korban pun dianiaya dan diminta uang.
“Terus mungkin penganiayaan berlebihan sehingga mengakibatkan kematian,” katanya.
Kesaksian ibu korban
Ibu korban, Fauziah, mengaku mendapat telepon dari pelaku untuk meminta uang tebusan Rp50 juta.
“Dia (Imam) nelepon dan bilang ‘mak kirim uang saya sudah dirampok, kirim Rp50 juta, saya sudah tidak kuat lagi disiksa’. Tapi saat itu saya bilang akan saya usahakan cari,” kata Fauziah kepada wartawan, Senin.
Fauziah menyebut pelaku juga mengirimkan video penyiksaan Imam ke keluarganya. Menurutnya, para pelaku mengancam akan membunuh korban jika tidak ada uang tebusan.
“Video dia (Imam) disiksa itu dikirim ke kami. Saat itu saya coba telepon, tapi yang angkat pelaku. Saya bilang saya usahakan cari tapi anak saya jangan disiksa. Kami orang tidak berada, jangan kan Rp50 juta, Rp1.000 saja di dompet saya tidak punya,” ujarnya.
“Kami minta saat itu agar pelaku bersabar. Kami keluarga upayakan cari uang itu, tapi malah kami didengarkan jeritan penyiksaan anak saya, video juga dikirim,” kata Fauziah.







